Selasa, 24 Mei 2011

materi akbid meulaboh

Resiko Akibat operasi Caesar berulang

 

Pada saat ini banyak ibu-ibu yang memilih untuk melahirkan melalui operasi caesar walaupun tidak memiliki masalah kehamilan. Jika seorang ibu mengalami masalah kehamilan, operasi caesar mungkin memang sangat diperlukan untuk menyelamatkan ibu dan bayi yang ada dalam kandungannya. Itupun harus dengan petunjuk dari dokter. Akan tetapi jika hanya karena alasan takut sakit untuk melakukan proses kelahiran secara normal, sebaiknya Anda mulai sekarang berpikir dua kali untuk melakukan operasi Caesar.  Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa, Wanita yang melahirkan dengan operasi caesar lebih dari tiga kali lebih menyebabkan kematian sebagai akibat dari prosedur dibandingkan mereka yang melahirkan secara normal. Berikut ini adalah Beberapa  risiko yang timbul bila melakukan operasi Caesar berulang.

1. Rahim Pecah (uterine rupture)
Hal in bisa terjadi karena bekas luka operasi di rahim rentan robek atau hancur. Hal ini juga berisiko bayi mengalami kematian 10 kali lebih tinggi.
2. Adhesi dan jaringan Parut
Beberapa perempuan merasakan adhesi dan bahkan ada yang menjadi lumpuh. Adhesi yang luas bisa menimbulkan komplikasi lain yang dapat menimbulkan rasa sakit sehingga menyebabkan ketidaknyamanan.
3. Plasenta previa
Risiko melahirkan dengan operasi Caesar berkali-kali membuat letak plasenta terlalu dekat dengan leher rahim. Dan apabila leher rahim terbuka, itu dapat menyebabkan keguguran dan perndarahan hebat. Pendarahan hebat bisa mengakibatkan anemia atau ibu memerlukan transfusi darah
4. Placenta accreta
Hal ini bisa terjadi apabila tempat menempel plasenta terlalu dalam  pada dinding rahim. Bekas luka dari operasi Caesar dapat meningkatkan risiko ini. Dan kondisi ini bisa melibatkan kerusakan pada rahim atau organ lainnya bahkan juga sampai pendarahan.
This entry was posted in Kesehatan Ibu dan Anak and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.